Senin, 04 Juli 2011
Solo International Performing Art (SIPA) 2011
Prolog SIPA 2011
Ketika Solo membumi bersama seni pertunjukan. Sebuah event bertaraf Internasional yang ditonton oleh 10.000 orang tiap malamnya, sangat tepat sebagai media promosi perusahaan yang bergengsi di lingkup nasional maupun internasional.
Dasar pemikiran
Bila seni pertunjukan tak sekedar untuk persoalan kesenian. Namun seni pertunjukan yang sekaligus juga menjadi benang merah dari semangat kebersamaaan.
Tujuan
Menyatukan semangat dari keberagaman seni pertunjukan dengan Solo International Perfoming Art (SIPA) sebagai ruang pertemuan.
Sasaran
Energy kehidupan yang menjadi kekuatan komunitas atau pun kelompok masyarakat seni pertunjukan baik dari dalam maupun luar negeri.
Tema
Topeng. Bayangkan segala kehidupan yang ada di balik topeng. Tentang gaya hidup keseniannya. Tentang beragam kultur dari masyarakat pendukungnya.
Audience
Komunitas seniman baik tari, teater atau pun music dari dalam maupun luar negeri adalah performa SIPA di panggung pertunjukan. Tentu jangan lupakan juga dengan ribuan penonton yang akan hadir sebagai performa yang lain.
Pendekatan
Menggali persoalan-persoalan di wilayah seni pertunjukan untuk memberikan daya hidup terhadap kebudayaan kota.
Pergelaran
SIPA 2011 akan diselenggarakan di panggung yang dikelilingi kolam. Suara gemericik airnya akan mengalunkan nada-nada indah tentang SIPA. Kilauan cahaya air ketika diterpa lampu adalah cahaya indah tentang SIPA.
Peserta
Lupakan segala perbedaan seni pertunjukan. Lokan atau pun global, gunung atau pun laut, dalam atau pun luar negeri, semua akan hadir menyatu dalam semangat yang sama, dengan 7 delegasi dalam negeri dan 7 delegasi luar negeri di Solo International Performing Art (SIPA).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar